Jakarta, 3 Juli 2025 – Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-60 Harian Kompas yang digelar di Jakarta (30/6), sebuah penghargaan bergengsi diserahkan kepada PT PLN (Persero). Bukan penghargaan bisnis biasa, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata PLN dalam mengalirkan literasi hingga ke pelosok negeri.
Penghargaan Apresiasi Literasi Nusantara 2025 ini menjadi pengakuan atas dedikasi PLN dalam menjalankan proyek sosial nasional yang fokus pada tiga hal penting: peningkatan literasi, akses pendidikan, dan elektrifikasi, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia.
Literasi Bukan Sekadar Membaca—Tapi Membangun Peradaban
Dalam sambutannya, CEO Kompas Gramedia, Lilik Oetama, menekankan bahwa literasi adalah kunci peradaban.
“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Ia adalah kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara mendalam, dan menjaga nalar publik tetap waras,” ujar Lilik.
Lilik menambahkan, perayaan ulang tahun Harian Kompas bukan hanya selebrasi, tetapi refleksi—tentang bagaimana media, dunia usaha, dan masyarakat saling bergandeng tangan menjaga harapan dan membangun masa depan yang lebih tercerahkan.
Listrik Jadi Gerbang Literasi di Wilayah Terpencil
Siapa sangka, hadirnya listrik di sebuah desa kecil bisa menjadi awal dari mimpi besar anak-anak Indonesia?
Hal inilah yang diyakini oleh Sekretaris Perusahaan PLN, Alois Wisnuhardana, yang mewakili Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
“Pasokan listrik di wilayah 3T membuka akses yang luas bagi pendidikan dan literasi, khususnya bagi anak-anak usia sekolah,” kata Alois.
Dengan listrik yang stabil, malam-malam gelap di desa berubah menjadi waktu belajar. Suara genset berganti dengan suara tawa anak-anak yang belajar membaca. PLN ingin menjadi bagian dari cerita itu—cerita tentang anak Indonesia yang akhirnya bisa bermimpi lebih tinggi karena terang telah hadir.

Program Sosial PLN: Saat Energi Menyalakan Masa Depan
Tidak berhenti pada elektrifikasi, PLN juga menggulirkan berbagai program sosial yang menyasar sektor pendidikan, pertanian, hingga lingkungan. Semua terintegrasi dalam Proyek Sosial Nasional yang dirancang untuk menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat.
Berikut adalah program-program unggulan PLN:
- Konversi Kendaraan Listrik: Mengajak pelajar dan guru SMK mengubah kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Selain mengenalkan green energy, program ini juga membuka wawasan tentang transisi energi masa depan.
- Electrifying Agriculture: Mengubah sektor pertanian dan peternakan menjadi lebih modern dan produktif melalui pemanfaatan listrik. Petani kini bisa menggunakan mesin-mesin berbasis listrik untuk meningkatkan hasil panen.
- Sekolah Alam PLN: Pendidikan non-formal yang mengajarkan seni, budaya, literasi dasar, dan cinta lingkungan kepada anak-anak di daerah terpencil. Sebuah oase pendidikan alternatif yang penuh nilai.
Mengalirkan Energi, Membangun Negeri
Bagi PLN, apresiasi ini bukanlah titik akhir, tapi penyemangat baru.
“Apresiasi Literasi Nusantara ini menjadi pelecut semangat bagi kami untuk terus menghadirkan energi yang tak hanya andal, tetapi juga membawa perubahan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Alois.
Dengan sinergi antara listrik, literasi, dan kepedulian sosial, PLN membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi tentang membangun manusia dan masa depan bangsa. Di balik setiap lampu yang menyala, ada harapan yang turut hidup.
